Minggu, 16 September 2012

Indianisasi di Kawasan Asia Tenggara

Kedatangan orang India di Nusantara ternyata memiliki pola yang berbeda jika dibandingkan kedatangan orang Eropa ke Amerika yang kemudian mendirikan Negara Amerika Serikat sekarang, dan diperkirakan pengaruhnya sudah ada sejak abad ke 2 M. Hal tersebut diceritakan oleh George Coedes seperti di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Hubungan antara India dengan India belakang telah terjadi sejak zaman prasejarah, namun mulai suatu zaman tertentu hubungan-hubungan itu mengakibatkan didirikannya kerajaan-kerajaan Hindu Budha di semenanjung Indochina dan di Nusantara.
Asia Tenggara
Jadi kedatangan orang India di Indochina dan di Nusantara tidak bisa dibandingkan dengan kedatangan orang Eropa di Amerika, karena di kawasan tersebut orang India bukanlah orang baru yang menemukan suatu wilayah yang belum dikenal. Namun belum dapat diketahui kapan ketika terdapat suatu keadaan atau peristiwa sehingga menyebabkan terbentuknya kerajaan-kerajaan yang menerapkan seni, adat dan agama-agama dari India, serta memakai bahasa sansekerta sebagai bahasa suci. Dari peninggalan prasasti di India belakang diketahui bahwa, prasasti-prasasti Sansekerta di India Belakang yang paling tua memang muncul tidak lama sesudah prasasti-prasasti sansekerta pertama di India.


Jadi Indianisasi itu pada pokoknya harus dipahami sebagai tersebarnya suatu kebudayaan yang terorganisir, yang berlandaskan konsep India tentang kerajaan, yang ciri-ciri khasnya adalah Agama Hindu atau Agama Budha, mitologi Purana, kepatuhan kepada Dharmasastra, dan yang cara pengungkapannya adalah dengan bahasa sansekerta. Oleh karena itu Indianisasi kadang juga disebut sebagai Sansekertaisasi.

Arca Siwa Kalimantan Timur
Di Nusantara, prasasti-prasasti Sansekerta dari Mulawarman di daerah Kutai, Kalimantan Timur, berasal dari awal abad ke-5, dan yang dari Purnawarman, di bagian barat Jawa, dari pertengahan abad yang sama. Tetapi beberapa arca Budha adalah lebih tua, terutama yang ditemukan di Sulawesi, yang paling tua dan yang sesuai dengan tradisi Amaravatidan dari Sri Langka (abad ke 4/5 M), lalu arca Budha yang ditemukan di selatan daerah Jember (Jawa timur) yang menunjukkan pengaruh Sri Langka (abad ke 4 sampai abad ke 6) dan arca Budha di Bukit Seguntang Palembang, Sumatera

Dari semua benda purbakala itu tidak ada yang berasal dari sebelum abad ke-2. Jadi kemungkinan penyebaran yang sangat kuat terjadi antara abad ke 2 atau 3 Masehi yang membuahkan hasil yang besar pada abad ke-4 dan ke-5 M.

Dari sejarah, kita belajar masa lalu, merencanakan masa depan, pijakkan tindakan saat ini. Semoga Damai Selalu didalam LindunganNya.

sumber : buku karya George Coedes “Asia Tenggara Masa Hindu Budha”
Artikel selanjutnya "Kerajaan Hindu Buddha pertama di Asia Tenggara".
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel Ikhtisar Geografis DanPenyebaran Kebudayaan India Di India Belakang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar